Kupang, Rabu (18 Maret 2026) – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama jajaran staf melakukan peninjauan langsung terhadap dua kapal milik Pemerintah Provinsi NTT, yakni KMP Pulau Sabu dan KMP Sirung, yang mengalami kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem di perairan Alak, Kota Kupang, Rabu pagi (18/3).
Peninjauan dilakukan di lokasi kejadian yang berada di sekitar kawasan Wisma Alak Resort, tempat kedua kapal tersebut dilaporkan karam setelah diterjang gelombang tinggi dan angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas meninjau kondisi terkini kapal serta memastikan langkah-langkah penanganan telah dilakukan oleh pihak terkait. Ia juga melakukan koordinasi dengan instansi teknis, termasuk pihak pelabuhan, operator kapal, serta tim keselamatan untuk percepatan proses penanganan dan evaluasi.
“Kami hadir untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur, serta untuk mengevaluasi kejadian ini agar tidak terulang di kemudian hari,” ujar Kepala Dinas di lokasi peninjauan.
Berdasarkan informasi awal, insiden karamnya kedua kapal diduga kuat disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan sekitar Kupang. Meski demikian, investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian.
Kepala Dinas juga menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama, dan setiap kejadian akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan sistem pengawasan serta kesiapsiagaan terhadap kondisi cuaca di wilayah perairan NTT.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan akan segera mengambil langkah-langkah lanjutan, termasuk penanganan bangkai kapal, pengamanan area sekitar lokasi, serta penyusunan strategi mitigasi risiko untuk mencegah kejadian serupa.
Kegiatan peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Perhubungan NTT dalam menjaga keselamatan transportasi laut serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
“Ayo Bangun NTT, Dishub Menghubungkan.”
