Profil Institusi 2026

Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Profil resmi yang menampilkan mandat kelembagaan, struktur organisasi, sumber daya manusia, program layanan, sarana-prasarana transportasi, serta kinerja PAD dan anggaran Tahun 2025.

4
Bidang teknis utama
5
UPTD wilayah operasional
239
ASN tahun 2025
9
Terminal tipe B
Rp1,353 M
Realisasi PAD 2025
91,61%
Realisasi belanja 2025
01. Ringkasan Profil

Mandat kelembagaan dan identitas institusi

Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan bidang perhubungan yang menjadi kewenangan daerah, melalui perumusan kebijakan, pelayanan publik, koordinasi teknis, pengawasan, dan pembangunan infrastruktur transportasi.

Identitas Lembaga

NamaDinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur
AlamatJl. Palapa No. 17, Kel. Oebobo, Kupang 85111
Telp/Faks(0380) 831321
Emailddishub@nttprov.go.id
Websitewww.dishubnttprov.go.id
Dasar hukumUU No. 23 Tahun 2014 & Pergub NTT No. 82 Tahun 2023

Potret Singkat

Bidang
4
UPTD
5
ASN 2025
239
Terminal tipe B
9
Pelabuhan pengumpul
12
Lintas penyeberangan
102

🏛️ Perumusan Kebijakan

Menyusun kebijakan teknis di bidang lalu lintas jalan, angkutan jalan, kepelabuhanan, dan angkutan pelayaran.

🤝 Pelayanan Publik

Mengelola perizinan dan manajemen transportasi, termasuk izin trayek antarkabupaten/kota dan layanan simpul transportasi.

🔍 Koordinasi & Pengawasan

Melakukan sinkronisasi dengan Kementerian Perhubungan, Dishub kabupaten/kota, serta pengendalian keselamatan dan layanan.

02. Tata Kelola Organisasi

Struktur organisasi dan cakupan wilayah layanan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT
Sekretariat Keuangan
Program, Data dan Evaluasi
Kepegawaian dan Umum
Lalu Lintas JalanRekayasa Lalu Lintas
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Angkutan Jalan Angkutan Orang Dalam Trayek dan Terminal
Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek dan Angkutan Barang
KepelabuhananPembangunan Pelabuhan
Pengoperasian dan Pengelolaan Pelabuhan
Angkutan PelayaranAngkutan laut
Angkutan Penyeberangan

UPTD Wilayah Operasional

  • Wilayah I: Kota Kupang, Kab. Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor
  • Wilayah II: Belu, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka
  • Wilayah III: Lembata, Sikka, Flores Timur, Ende, Nagekeo
  • Wilayah IV: Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Manggarai Barat
  • Wilayah V: Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya

Makna Operasional Struktur

Struktur Dishub NTT dibangun untuk memastikan fungsi kebijakan, pelayanan, pengawasan, dan pengelolaan prasarana berjalan serentak pada jaringan darat, laut, dan penyeberangan.

Keselamatan Terminal Pelabuhan Trayek UPTD Koordinasi

Dengan 5 UPTD, layanan teknis dapat didekatkan ke lokasi kerja di seluruh wilayah NTT.

03. Sumber Daya Manusia

Komposisi ASN sebagai tulang punggung layanan

Distribusi PNS menurut jabatan

JabatanTotal
Eselon II1
Eselon III10
Eselon IV26
Staf107
Fungsional1
Jumlah145

Pendidikan PNS

JenjangTotal
S210
S154
D IV26
D III13
D II1
SLTA/sederajat39
SLTP2

Pendidikan PPPK

JenjangTotal
S17
D IV28
D III3
SLTA/sederajat39
SD17
Jumlah94
Total ASN yang digunakan pada profil ini adalah 239 orang, terdiri dari 145 PNS dan 94 PPPK.
Catatan validasi: terdapat perbedaan angka pada narasi ringkas LKPJ, sehingga profil ini mengacu pada tabel SDM rinci yang lebih konsisten.
04. Program dan Layanan

Spektrum layanan dari perencanaan hingga pengawasan

Program Penunjang

Penguatan tata kelola perangkat daerah

  • Perencanaan dan evaluasi kinerja
  • Administrasi keuangan, kepegawaian, dan umum
  • Jasa penunjang dan pemeliharaan aset
LLAJ

Penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan

  • Perlengkapan jalan provinsi
  • Pengelolaan terminal tipe B
  • Manajemen lalu lintas dan Andalalin
  • Audit, inspeksi, dan keselamatan
Pelayaran

Pengelolaan pelayaran dan kepelabuhanan

  • Izin usaha jasa terkait pelabuhan
  • Tarif penyeberangan ekonomi
  • Pengawasan pelabuhan pengumpan
  • Fasilitas angkutan sungai, danau, penyeberangan

Fungsi Utama Kelembagaan

  • Kebijakan: menyusun kebijakan teknis perhubungan.
  • Pelayanan: mengelola perizinan dan layanan transportasi.
  • Koordinasi: menyelaraskan program dengan Kemenhub dan pemda kabupaten/kota.
  • Pengendalian: mengawasi keselamatan dan efektivitas layanan.
  • Infrastruktur: mengelola terminal tipe B dan pelabuhan penyeberangan regional.

Peran UPTD di Lapangan

UPTD menopang layanan operasional di wilayah, terutama administrasi umum, pengawasan angkutan orang dalam trayek lintas kabupaten/kota, dan pengendalian jaringan lintas penyeberangan dalam provinsi.

Fokus darat
LLAJ
Fokus laut
Pelayaran
05. Sarana Prasarana Darat

Terminal, UPPKB, dan Layanan Angkutan Jalan

Terminal tipe A
2
Terminal barang internasional
3
Terminal tipe B
9
UPPKB tercantum
3

Potret Layanan Angkutan Jalan 2025

Perusahaan berizin
158
Armada AKDP
366
Trayek AKDP
120
Armada taksi
92
Antar jemput
87
Sewa khusus
244

Trayek antar lintas batas negara yang dicantumkan adalah Kupang – Dili (PP). Bus Trans NTT melayani koridor Kupang – Borong – Ruteng, Kupang – Ende – Bajawa, dan Kupang – Waingapu – Waikabubak – Waitabula.

Terminal Tipe B yang Tercantum

Oebobo (Kota Kupang), Noelbaki (Kab. Kupang), Haumeni (Kab. TTS), Kefamenanu (Kab. TTU), Lolowa (Kab. Belu), Lamawalang (Kab. Flores Timur), Watujaji (Kab. Ngada), Mena (Kab. Manggarai), dan Nggorang (Kab. Manggarai Barat).

Terminal dengan luas terbesar adalah Lolowa (4.400 m²), diikuti Nggorang (3.200 m²) dan Mena (3.000 m²).

06. Sarana Prasarana Udara

Jejaring maskapai yang menghubungkan NTT

Garuda Indonesia
Pesawat: B737-800, 189 pax
Rute: Kupang – Jakarta
Jadwal: Senin, Selasa, Rabu, Sabtu
Citilink
Pesawat: A320, 180 pax
Rute: Kupang – Jakarta
Jadwal: Setiap hari
Lion Air
Pesawat: B737 800/900/900ER, 189–215 pax
Rute: Kupang – Surabaya/Jakarta, Denpasar, Makassar
Jadwal: Reguler
Batik Air
Pesawat: A320, 180 pax
Rute: Kupang – Jakarta
Jadwal: Reguler
NAM Air
Pesawat: B737-500, 140 pax
Rute: Kupang – Maumere, Kupang – Tambolaka
Jadwal: Reguler
AirAsia
Pesawat: A320-100/200, 140–180 pax
Rute: Labuan Bajo – Denpasar
Jadwal: Setiap hari
Wings Air
Pesawat: ATR 72/600, 72 pax
Rute: Kupang – Atambua/Alor/Lembata/Larantuka/Maumere/Ende/Bajawa/Labuan Bajo/Ruteng/Tambolaka/Waingapu/Rote
Jadwal: Setiap hari
Susi Air
Pesawat: Cessna Grand Caravan C208B, 12 pax
Rute: Sabu – Waingapu/Ende/Rote; Kupang – Alor; Waingapu – Ruteng/Labuan Bajo
Jadwal: Sesuai jadwal
Super Air Jet
Pesawat: Airbus 320-200, 180 pax
Rute: Kupang – Cengkareng; Kupang – Labuan Bajo
Jadwal: Reguler
Jejaring udara menunjukkan dua pola konektivitas utama: rute trunk ke Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Cengkareng; serta rute pengumpan yang menghubungkan Kupang dengan kota-kota di NTT seperti Atambua, Alor, Larantuka, Maumere, Ende, Bajawa, Ruteng, Tambolaka, Waingapu, dan Rote.
07. Laut dan Penyeberangan

Pelabuhan, lintasan, dan armada penyeberangan

Pelabuhan utama
1
Pelabuhan pengumpul
12
Pengumpan regional
7
Pengumpan lokal
32
Lintas antarprovinsi
9
Lintas antarnegara
1

Kategori Simpul Pelabuhan

Pelabuhan pengumpul meliputi Atapupu, Ende, Ippi, Larantuka, Lewoleba, Reo, Labuan Bajo, Ndao, Seba, Maumere/Lorens Say, Waingapu, dan Wini. Pelabuhan pengumpan regional tercantum: Baranusa, Kalabahi, Moru, Terong, Marapokot, Waikelo, dan Waiwerang.

Pelabuhan pengumpan lokal tersebar di 32 lokasi mulai dari Alor, Ende, Flores Timur, hingga Sumba dan Semau.

Armada Penyeberangan

Operator meliputi PT ASDP Indonesia Ferry, PT Multi Guna Maritim, dan PT Flobamor. Sedikitnya 14 kapal penyeberangan tercantum, termasuk KMP Lakaan, Ile Labalekan, Inerie II, Kalibadri, Cakalang II, Ile Mandiri, Ile Ape, Uma Kalada, Sirung, dan Pulau Sabu.

Lintas dalam provinsi
102
Lintas antarnegara
Dili – Maritaing

Contoh Lintasan

Kupang – Rote Kupang – Sabu Kupang – Aimere Kupang – Larantuka Kupang – Kalabahi Waikelo – Sape Labuan Bajo – Sape Marapokot – Pamatata Dili – Maritaing
08. Kinerja PAD 2025

Potret pendapatan sektor perhubungan

Target PAD
Rp4,000 M
Realisasi PAD
Rp1,353 M
Capaian
33,83%
Retribusi daerah
Rp1,324 M
Objek PAD terbesar yang terealisasi adalah tempat khusus parkir di luar badan jalan sebesar Rp970,439 juta. Sementara target parkir di tepi jalan umum sebesar Rp2,38 miliar nyaris tidak tercapai, dengan realisasi hanya Rp1,288 juta. Selain retribusi daerah, LKPJ mencatat lain-lain PAD yang sah sebesar Rp28,8 juta dari hasil kerja sama daerah.
09. Anggaran dan Belanja

Realisasi belanja dan dinamika pagu DPA 2025

Anggaran 2025
Rp32,563 M
Realisasi 2025
Rp29,830 M
Capaian
91,61%

Struktur Realisasi Belanja

KomponenRealisasi%
Belanja operasiRp18.400.107.96588,42
— Belanja pegawaiRp12.831.336.37386,40
— Belanja barang & jasaRp5.568.771.59293,47
Belanja modalRp11.430.314.06397,25
— Peralatan & mesinRp331.798.40664,53
— Gedung & bangunanRp11.098.515.65798,74

Dinamika Pagu DPA

  • DPA Murni (23 Des 2024): Rp65.277.524.596
  • Pergeseran I (14 Apr 2025): Rp50.058.904.596
  • Pergeseran II (12 Jun 2025): Rp50.640.405.527
  • Perubahan (23 Okt 2025): Rp32.562.745.961
  • Pergeseran setelah perubahan (19 Nov 2025): Rp32.562.745.961

Pergeseran terbesar terjadi antara DPA murni dan pergeseran I, yang menurunkan total pagu belanja lebih dari Rp15 miliar.

10. Narasi Strategis

Transportasi sebagai simpul konektivitas antarwilayah

Dalam konteks NTT sebagai provinsi kepulauan, Dinas Perhubungan memegang peran penting dalam menjaga konektivitas darat, laut, udara, dan penyeberangan agar layanan publik, mobilitas masyarakat, perdagangan, dan akses antarwilayah tetap berjalan.

🛡️ Keselamatan

Audit, inspeksi, pemantauan terminal, pengendalian efektivitas kebijakan jalan provinsi, dan forum lalu lintas menjadi bagian penting dari fungsi keselamatan.

🔗 Konektivitas

Jaringan trayek AKDP, angkutan perintis, pelabuhan pengumpan, serta lintas penyeberangan dalam provinsi menopang mobilitas kepulauan NTT.

🏛️ Pelayanan Publik

Dari perizinan trayek dan jasa kepelabuhanan hingga pengelolaan terminal tipe B, Dishub hadir sebagai penyedia layanan publik transportasi di tingkat provinsi.

Apa yang Paling Menonjol dari Data?

  • Jaringan prasarana sangat luas: terminal, pelabuhan, lintas penyeberangan, dan dukungan penerbangan.
  • Kinerja belanja tinggi dengan realisasi 91,61%, menandakan program berjalan aktif.
  • PAD masih menjadi ruang pembenahan karena capaian 33,83% belum optimal.
  • Objek parkir di tepi jalan umum membutuhkan penyelesaian persoalan kewenangan dan tata kelola.

Fokus Penguatan yang Tersirat

  • Peningkatan utilisasi terminal tipe B dan simpul prasarana yang sudah ada.
  • Penguatan layanan kepelabuhanan dan aset pendukung PAD.
  • Penguatan integrasi data operasional, izin, dan layanan wilayah.
  • Peningkatan kualitas SDM untuk pelayanan dan kepatuhan publik.
Penutup

Terhubung untuk melayani Nusa Tenggara Timur

Profil ini menegaskan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi NTT bukan sekadar pengelola simpul transportasi, tetapi penggerak konektivitas wilayah yang menopang layanan publik dan pembangunan antarpulau.

Scroll to Top