1. Dalam rangka membuka keterisolasian wilayah di NTT dilayani dengan pelayanan keperintisan laut  yaitu Pangkalan Maumere yang melayani 2 trayek/lintasan perintis, yaitu : R-24 dan R-25 : Pembukaan pangkalan ini untuk melayani Pantai Utara Flores (Lembata – Labuan Bajo) dan  Pangkalan Kupang 4 trayek/lintasan, yaitu : R-20, R-21, R-22 dan R-23. Dari beberapa lintasan ini ada yang sampai ke Kiser (Maluku) dan Sape-NTB.
  2. Dengan adanya penambahan armada dan lintasan pelayanan dapat memperpendek lama hari perjalanan semula mencapai 21 (dua puluh satu) hari sekarang menjadi 12 hari bahkan ada yang 7 hari.
  3. Ada 8 (Delapan) kapal PT. PELNI (melayani wilayah NTT dengan Provinsi lain di luar NTT).

Untuk menghubungan wilayah/daerah tertinggal/terpencil dan daerah perbatasan di Nusa Tenggara Timur sudah dilayani dengan rute pelayanan angkutan Perintis Laut. Dalam kurun waktu tahun 2008 – 2015, terjadi peningkatan pelayanan keperintisan laut melalui penambahan 4 (empat) armada Kapal Perintis serta penambahan lokasi pangkalan dari satu pangkalan menjadi dua pangkalan yaitu Pangkalan Kupang dan Maumere, sehingga jarak tempuh dan lama hari suatu trayek/lintasan semakin pendek. Dimana sebelumnya lama hari perjalanannya hingga mencapai 21 (dua puluh satu) hari sekarang menjadi 12 hari bahkan ada yang 7 hari. Di Provinsi NTT saat ini memiliki 6 (enam) unit Kapal Angkutan Laut Perintis yaitu Pangkalan Kupang : R-20 (KM. Nembrala) dengan lintasan pelayanan : Kupang-Ndao-Sabu-Raijua-Mbaing-Ende-Pulau Ende-Mambawa-Waewole-Mborong-Waingapu-Waikelo (PP), R-21 (KM. Sabuk Nusantara 49) dengan lintasan pelayanan : Kupang-Naikliu-Wini-Lirang-Kisar-Romang-Leti-Moa-Lakor-Luang-Semata-Tepa-Samlaki (PP), R-22 (KM. Nangalala) dengan lintasan pelayanan: Kupang-Mananga-Lewoleba-Balauring-Baranusa-Kalabahi-Atapupu (PP) dan R-23 (KM. Berguna) dengan lintasan pelayanan: Kupang-Mananga-Maumere-Marapokot-Reo-Labuan Bajo-Bima (PP) dan Pangkalan Maumere : untuk melayani Lintasan Utara Flores yaitu : R-24 (KMP. Surya Terang) dengan lintasan pelayanan: Maumere-Larantuka-Waiwerang-Lewoleba-Balauring-Baranusa-Kalabahi-Maritaing-Atapupu-Kupang (PP)  dan R-25 (KMP. Nuansa Abadi) dengan lintasan pelayanan: Maumere - Palue - Marapokot - Reo - Labuan Bajo (PP).

Kedepannya Sarana Angkutan Laut Perintis di Nusa Tenggara Timur terus dikembangkan dan telah diusulkan penambahan armada angkutan perintis laut untuk Pangkalan Sumba Timur, melayani Wilayah Sumba dan daerah sekitarnya dan Pangkalan  Atapupu untuk melayani antar Negara khususnya dengan Timor Leste dan Provinsi Maluku (khususnya Kiser). Secara terinci data - data sarana & prasarana serta produksi sektor perhubungan laut sebagaimana disampaikan  pada bab selanjutnya.  Data  Sarana Angkutan Laut (Kapal PELNI) Yang Melayani/Menyinggahi Wilayah Provinsi NTT. 

Sarana Angkutan Laut (Kapal PELNI) & Lintasan Pelayanan Yang Melayani Wilayah NTT Tahun 2015

 No Nama Kapal Lintasan Pelayanan
 1  KM. BUKIT SIGUNTANG (PAX 2000) Makassar - Pare-Pare - Balikpapan - Tarakan - Nunukan - Balikpapan - Pare-Pare  - Makassar - Maumere - Loweleba - Kupang - Loweleba - Maumere - Makassar - Pare-Pare - Balikpapan - Tarakan - Nunukan - Balikpapan - Pare-Pare – Makassar.
 2  KM. LAMBELU (PAX 2000) Bau-Bau - Makassar - Pare-Pare - Balikpapan - Tarakan - Nunukan - Toli-Toli - Balikpapan - Pare-Pare - Makassar - Maumere - Loweleba - Maumere - Makassar - Pares - Balikpapan - Pantoloan – Tarakan - Nunukan - Balikpapan - Pare-Pare - Makassar -  Bau-Bau.
 3  KM. HUSINI (PAX 2000) Kijang - Tanjung Priok - Surabaya - Makassar - Maumere -  Larantuka - Loweleba - Kupang - Loweleba - Larantuka - Maumere - Makassar - Surabaya - Tanjung Priok – Kijang.
 4  KM. SIRIMAU (PAX 1000) Semarang -  Sampit -  Surabaya -  Batulicin - Makassar - Bima - Labuanbajo - Larantuka - Kupang - Kalabahi - Saumlaki - Tual - Dobo - Timika - Agats - Merauke - Agats - Timika - Dobo - Tual - Saumlaki - Kalabahi - Kupang - Larantuka - Labuanbajo - Bima - Makassar - Batulicin – Semarang.
 5  KM. AWU (PAX 1000) Surabaya -  Kumai -  Surabaya - Benoa – Bima - Waingapu - Ende - Sabu - Rote - Kupang – Larantuka - Kalabahi - Kupang - Rote - Sabu -  Ende - Waingapu - Bima   - Benoa – Surabaya.
 6  KM.TILONGKABILA (PAX 1000) Benoa - Lembar - Bima - Labuanbajo - Makassar - Bau-Bau - Raha - Kendari - Kolonedale – Banggai - Luwuk - Gorontalo - Bitung - Gorontalo - Luwuk – Banggai - Kolonedale - Kendari - Raha - Bau-Bau - Makassar - Labuanbajo - Bima - Lembar – Benoa.
 7  KM. KELIMUTU (PAX 1000) Surabaya - Benoa - Bima  - Labuanbajo - Makassar - Bau-bau - Wanci - Ambon - Banda - Saumlaki - Tual - Dobo - Timika - Agats - Merauke - Agats - Timika - Dobo - Tual - Saumlaki -  Banda - Ambon - Wanci - Bau-bau - Makassar - Bima - Benoa – Surabaya.
 8  KM. WILIS (PAX 500) Makassar - Bima - Labuanbajo - Waingapu - Ende - Kupang - Ende - Waingapu - Labuanbajo - Bima - Makassar - Selayar - Marapokot - Selayar – Makassar.

Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Go to top