Visi & Misi Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2013 – 2018 sebagai berikut :

Visi 

“Terwujudnya sistem transportasi yang selamat, efektif, efisien dan terpadu dalam satu kesatuan sistem transportasi nasional”. Penjelasan kata kunci dari visi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya adalah Implementasi atau sesuatu yang diharapkan; cita – cita yang didambakan; sesuatu yang diharapkan oleh Dinas Perhubungan.
  2. Sistem Transportasi adalah tatanan transportasi yang terorganisasi secarakesisteman dan antar moda terdiri dari transportasi jalan, penyebrangan, laut dan udara yan terdiri dari sarana dan prasarana yang saling berinteraksi dengan dukungan perangkat lunak membentuk suatu sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif dan efisien, berfungsi melayani perpindahan orang dan atau barang yang terus berkembang secara dinamis.
  3. Selamat adalah terhindarnya pengoperasian transportasi dari kecelakaan akibat faktor internal transportasi.
  4. Efektif adalah pelayanan transportasi yang selamat, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, lancar dan cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman serta polusi rendah.
  5. Efisien adalah mampu memberikan manfaat yang maksimal dengan pengorbanan tertentu yang harus ditanggung oleh pemerintah, operator, masyarakat dan lingkungan atau memberikan manfaat tertentu dengan pengorbanan minimum.
  6. Terpadu adalah terwujudnya keterpaduan intramoda dan antarmoda dalam jaringan prasarana dan pelayanan.

Misi

Misi merupakan komitmen untuk melaksanakan agenda‐agenda utama yang menjadi penentu keberhasilan pencapaian visi. Misi adalah sesuatu yang harus
dilaksanakan oleh instansi pemerintah agar tujuan organisasi dapat terlaksana dengan baik. Untuk mewujudkan visi tersebut di atas serta mendukung pencapaian 8 (delapan) Misi Pembangunan Daerah Provinsi NTT terutama Misi Kelima RPJMD yaitu Mempercepat pembangunan infrastruktur yang berbasis tata ruang dan lingkungan hidup “ maka ditetapkan Misi Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur 5 (lima) tahun ke depan dalam pembangunan sektor perhubungan (darat, laut dan udara) adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur sesuai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Sektor Transportasi;
  2. Meningkatkan, mengembangkan dan memelihara sarana dan prasarana fasilitas perhubungan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dan kepariwisataan serta sektor lain yang berbasis tata ruang dan ramah lingkungan;
  3. Menyeimbangkan dan menjaga infrastruktur perhubungan antar pulau melalui pendekatan sabuk transportasi dengan membangun konektivitas kabupaten/kota, antar kabupaten/kota, antar provinsi, nasional dan internasional;
  4. Mengembangkan integrasi layanan berbagai moda transportasi dan layanan angkutan publik yang bermutu;
  5. Meningkatkan keselamatan, kenyamanan dan keamanan dalam penyelenggaraan transportasi ;
  6. Meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat, swasta dalam pembangunan sarana dan prasarana transportasi ;

Tujuan dan Sasaran

Berdasarkan misi dan faktor – faktor kunci keberhasilan, maka Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan tujuan sebagai berikut :

  1. Misi ‐ 1 Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur sesuai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Sektor Transportasi,dengan tujuan :
    a. Meningkatkan kualitas SDM aparatur (Struktural, Teknis dan Fungsional).
    b. Meningkatkan kinerja pelayanan SKPD.
  2. Misi ‐ 2 Meningkatkan, mengembangkan dan memelihara prasarana dan sarana fasilitas perhubungan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dan kepariwisataan serta sektor lain yang berbasis tata ruang dan ramah lingkungan, dengan tujuan :
    a. Meningkatkan mutu perencananaan serta jumlah sarana dan prasarana transportasi .
    b. Meningkatkan jangkauan pelayanan jaringan prasarana yang terpadu dalam rangka mendukung pengembangan potensi daerah.
    c. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perhubungan.
  3. Misi – 3 Menyeimbangkan dan menjaga infrastruktur perhubungan antar pulau melalui pendekatan sabuk transportasi dengan membangun konektivitas kabupaten/kota, antar kabupaten/kota, antar provinsi, nasional dan internasional,
    dengan tujuan :
    a. Mewujudkan konektitivitas layanan transportasi dalam wilayah kabupaten/kota, antara kabupaten/kota, antar provinsi dan antar negara yang berbatasan langsung dengan wilayah NTT.
    b. Mengembangkan layanan angkutan keperintisan sebagai pendukung transportasi pada daerah terisolir/tertinggal dan daerah sasaran program desa mandiri anggur merah.
  4. Misi – 4 Mengembangkan integrasi layanan berbagai moda transportasi dan layanan angkutan publik yang bermutu, dengan tujuan :
    a. Mewujudkan pelayanan transportasi publik yang terpadu, lancar dan nyaman.
    b. Menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang memadai baik jumlah maupun kapasitasnya.
  5. Misi – 5 Meningkatkan keselamatan, kenyamanan dan keamanan dalam penyelenggaran transportasi, dengan tujuan :
    a. Meminimalisir terjadinya pelanggaran dan kejadian kecelakaan lalulintas.
    b. Mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas yang berakibat pada banyaknya korban meninggal.
  6. Misi – 6 Meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat dan swasta dalam pembangunan sarana dan prasarana transportasi, dengan tujuan :
    a. Membangun kemitraan dalam penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dengan masyarakat, swasta, BUMN dan BUMD.
    b. Meningkatkan partisipasi dan dukungan masyarakat dalam membangun dan menjaga prasarana dan fasilitas perhubungan.

Sasaran

Sasaran adalah penjabaran dari tujuan yang telah ditetapkan, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi dalam jangka waktu tertentu. Sasaran
merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategik yang berfokus pada tindakan dan alokasi sumber daya dalam aktivitas atau kegiatan.
Berdasarkan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan, sasaran strategik Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut :

  1. Terwujudnya SDM Aparatur Perhubungan yang berkualitas memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis perhubungan ;
  2. Meningkatnya kinerja pelayanan SKPD ;
  3. Terwujudnya perencanaan pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang berkualitas ;
  4. Meningkatnya mutu dan jumlah sarana prasarana transportasi untuk aksesibilitas dan kelancaran mobilitas orang dan/atau barang;
  5. Menurunnya kejadian kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas lalu lintas angkutan;
  6. Tersedianya sarana transportasi publik yang terpadu;
  7. Tersusunnya berbagai regulasi peraturan daerah dan peraturan gubernur untuk peningkatan PAD sektor perhubungan;
  8. Meningkatnya pelayanan prasarana dan sarana perhubungan;
  9. Meningkatnya partisipasi dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan transportasi;
  10. Meningkatnya koordinasi dan kerjasama swasta dan BUMN serta mitra kerja perhubungan dalam penyediaan sarana dan prasarana transportasi.

 

Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Go to top