Angkutan penyeberangan merupakan sarana angkutan yang paling dominan digunakan oleh masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah di Nusa tenggara Timur, karena masyarakat dapat membawa hasil-hasil pertanian mereka untuk dipasarkan dan diantarpulaukan ke berbagai daerah/kota di NTT. Disamping itu, tarif tiketnya terjangkau oleh masyarakat dan terjadwal. Sarana angkutan penyebrangan sangat cocok sekali untuk wilayah NTT sebagai Provinsi Kepulauan) untuk meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas antar pulau dan daerah kabupaten/kota di NTT.

Berkaitan dengan itu dalam kurun waktu Tahun 2008 – 2014 (6 tahun) ada 8 (delapan) pelabuhan penyeberangan yang dibangun baru. Dari 8 (delapan) pelabuhan tersebut ada 2 (dua) pelabuhan penyeberangan yang sudah beroperasi yaitu Pelabuhan Penyeberangan Marapokot (Nagekeo) dan Pelabuhan Penyeberangan Waijarang (Lembata) dan 2 (dua) pelabuhan dalam proses serah terima untuk dioperasikan yaitu Pelabuhan Waiwerang (Deri-Adonara) dan Hansisi. Ada 4 (empat) yang dalam tahap penyelesaian pembangunan yaitu: Pelabuhan penyeberangan Seba (Sabu Raijua), Kewapante (Sikka), Pemana (Sikka) dan Ndao (Sikka). Jadi Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini memiliki 21 (dua puluh satu) Pelabuhan Penyebrangan yaitu ada 17 (tujuh belas) pelabuhan yang sudah dibangun yaitu Pelabuhan Bolok (I dan II)-Kupang, Kalabahi-Alor, Waingapu-Sumba Timur, Aimere-Ngada, Labuan Bajo-Manggarai Barat, Marapokot-Nagekeo, Waikelo-Sumba Barat Daya, Nangakeo (Ende), Teluk Gurita (Belu), Waibalun-Flotim, Seba-Sabu Raijua, Waejarang-Lembata, Pantai Baru-Rote Ndao, Hansisi (proses serah terima operasi), Waiwerang-Adonara (proses serah terima operasi), Solor (proses serah terima operasi), Baranusa (proses serah terima operasi). Kapasitas pelabuhan yang ada mampu disandari kapal bertonase sampai dengan 1000 GT.

Data Prasarana & Fasilitas Pelabuhan Penyeberangan di Provinsi NTT s/d Tahun 2015

No Pelabuhan

Tanah Pelabuhan

(M²)

Konstruksi Dermaga Kapasitas (GRT) Luas Terminal (m2) Tahun Bangun Pengelola Kabupaten/ Kota Ket
 1 Labuan Bajo  4.420 Beton  1.500 500 1985  PT. ASDP Manggarai Barat Operasi
Larantuka  32.895 Beton   1.500 575 1989  PT. ASDP Flores Timur Operasi
Bolok I  32.895 Beton   1.500 250 1989  PT. ASDP Kupang Operasi
  Bolok II  35.398 Beton   1.500 1992  PT. ASDP Kupang Operasi
4 Pantai Baru  24.158 Beton   1.500 500 1990  PT. ASDP Rote Ndao Operasi
Kalabahi  11.000 Beton   1.500 500 1993 UPT HUBDAT Alor Operasi
Teluk Gurita  10.000 Beton   1.500 315 1997 Pemprov NTT Belu Operasi
Waingapu  50.000 Beton

 1.500

500 1997 Pemda Kab. Sumba Timur Operasi
Aimere  25.000 Beton   1.500 300 2001 Pemprov NTT Ngada Operasi
Waikelo - Beton   1.500 400 2003 Pemda Kab. Sumba Barat Daya Operasi
10 Nangakeo - Beton   1.500 - 2004 Pemprov NTT Ende Operasi
11  Marapokot - Beton   1.500 - 2004 Pemda Kab. Nagekeo Belum Beroperasi
12  Waijarang  12.520 Beton

 1.500

- 2008 Pemda Kab. Lembata Operasi

13

Hansisi - Plengsengan   1.500 - 2011 Pemda Kab.   PSTO

14

Sabu/Seba - Plengsengan   1.500 - 2009 Pusat Sabu Raijua PSTO

15

Adonara/Waiwerang - Beton   1.500 - 2010 Pemda Kab. Flores Timur PSTO

16

Baranusa - Plengsengan   1.500 - 2011 Pusat Alor PSTO
17 Ndao - Plengsgn   1.500 - 2012 Pemda Kab. Rote Ndao PSTO
18 Solor Plengsgn   1.500 - 2013 Pemda Kab. Flotim PSTO
19 Kewapante Plengsgn   1.500 - 2013 - Sikka Tahap Akhir
20  Pemana* Plengsengan   1.500 - 2013 - Sikka Tahap Akhir
21  Raijua* Plengsengan   1.500 - 2015 - Sabu Raijua Tahap I
22  Wairiang* Plengsengan   1.500 - 2015 - Lembata Tahap I

Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Go to top