Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP. 414 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional yang telah disempurnakan dengan KP.725 tahun 2014, di Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini sudah memiliki 74 (tujuh puluh empat), dimana sebelumnya hanya 42 (empat puluh dua) Pelabuhan Laut berdasarkan Keputusan Menhub Nomor : KM.53 Tahun 2002 tentang Kepelabuhan Nasional. Terjadi penambahan 32 (tiga puluh dua) pelabuhan. Berdasarkan hirarki dan fungsinya Pelabuhan Laut di Nusa Tenggara Timur terdiri atas : 1 (satu) Pelabuhan Utama, 9 (sembilan) Pelabuhan Pengumpul dan 64 (enam puluh empat) Pelabuhan Pengumpul (Regional & Lokal), adapun pelabuhan-pelabuhan tersebut yaitu :

  1. Pelabuhan Utama

Dari aspek penggunaan, hirarki dan fungsi pelabuhan di Provinsi NTT ada 1 (satu) Pelabuhan Utama yaitu Pelabuhan Laut Tenau Kupang. Pelabuhan Utama adalah pelabuhan yang berfungsi melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, alih muat angkutan laut dalam negeri dan internasional dalam jumlah besar, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.

 2. Pelabuhan Pengumpul

Pelabuhan pengumpul adalah pelabuhan yang berfungsi melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, aliah muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi. Di Provinsi NTT terdapat 9 (sembilan) pelabuhan pengumpul, yaitu : Pelabuhan Laut Ippi, Larantuka, Labuan Bajo, Balauring, Lorens Say-Maumere, Maritaing, Waingapu, Waiwadan dan Wini.

3. Pelabuhan Pengumpan (Regional dan Lokal)

Pelabuhan pengumpan adalah pelabuhan yang berfungsi melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas, merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pengumpul dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan dalam provinsi.

Berdasarkan hiraki dan fungsi pelabuhan di Provinsi NTT ada 64 (enam puluh empat) pelabuhan pengumpan, yang terdiri dari : Pengumpan Regional, ada 13 (tiga belas), yaitu : Pelabuhan Laut Baranusa, Kalabahi, Atapupu, Ende, Paitoko, Lembata, Reo, Komodo, Marapokot, Seba, Wuring, Waikelo, dan Mamboro. Pengumpan Lokal, ada 50 (lima puluh) yaitu : Pelabuhan Laut Dulionong, Kabir, Kolana, Moru, Maurole, Pulau Ende, Lamakera, Menanga, Terong, Waiwerang, Tabilota, Nunbaun Sabu, Batubao, Naikliu, Lewoleba, Wulandoni, Pulau Mules, Robek, Bari, Rinca, Nangalili, Mborong, Nanga Baras, Waiwole, Pota, Riung, Aimere, Maumbawa, Waebela, Ba’a, Batutua, Ndao, Oelaba, Papela, Biu, Raijua, Hepang, Paga, Palue, Pemana, Sukun, Binanatu, Rua, Pero, Baing, Gonggi, Pelra Waingapu, Pulau Salura, Boking dan Kolbano.

Dalam kurun waktu Tahun 2008 – 2014 (6 tahun) terjadi peningkatan pembangunan fasilitas, sarana & prasarana pelabuhan laut yaitu Pembangunan Baru, ada 21 (dua puluh satu) Pelabuhan, yang sudah dapat dioperasikan ada 6 (enam) yaitu : Pelabuhan Laut Naikliu-Kabupaten Kupang , Waiwerang-Kabupaten Flores Timur, Lamakera – Kabupaten Flores Timur, Waiwole-Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Ende-Kabupaten Ende dan Komodo-Kabupaten Manggarai Barat, sementara dibangun Tahun 2014 yaitu Pelabuhan Laut Pota (Tahap I), Kolbano, Salura (Tahap I), Baing, Mamboro, Mbay. Sedangkan Pengembangan, ada 27 (dua puluh enam) Pelabuhan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta kelancaran aktivitas embarkasi dan demarkasi.

Data Pelabuhan Menurut Hirarki, Fungsi Yang Ada di Provinsi NTT 

NO. Pelabuhan Pengumpan Lokal (PL) Pelabuhan Pengumpan Regional (PR) Pelabuhan Pengumpul (PP) Pelabuhan Utama
1. Dulionong (Alor) 1. Baranusa (Alor) 1. Ippi (Ende) Tenau (Kota Kupang)
2. Kabir (Alor) 2. Kalabahi (Alor) 2. Larantuka (Flotim)
3. Kolana (Alor) 3. Atapupu (Belu) 3. Labuan Bajo (Mabar)
4. Moru (Alor) 4. Ende (Ende) 4. Balauring (Lembata)
5. Maurole (Ende) 5. Paitoko (Flotim) 5. Maumere (Sikka)
6. Pulau Ende (Ende) 6. Lembata (Lembata) 6. Maritaing (Alor)
7. Lamakera (Flotim) 7. Reo (Manggarai) 7. Waingapu (Sumtim)
8. Mananga (Flotim) 8. Komodo (Mabar)
9. Terong (Flotim) 9. Marapokot (Nagekeo) 8. Waiwadan (Flotim)
10. Waiewerang (Flotim) 10. Seba (Sabu Raijua) 9. Wini (TTU)
11. Tobilota (Flotim) 11. Wuring (Sikka)
12. Pelra Nunbaun Sabu (Kota Kupang) 12. Waikelo (SBD)
13. Batu Bao (Kupang) 13. Mamboro (Sumba Tengah)
14. Naikliu (Kupang) 14. Lorens Say (Sikka)
NO. Pelabuhan Pengumpan Lokal (PL) Pelabuhan Pengumpan Lokal (PL) Pelabuhan Pengumpan Lokal (PL)
15. Lewoleba (Lembata) 29. Ba’a (Rote Ndao) 43. Baing (Sumtim)
16. Iteng (Manggarai) 30. Batutua (Rote Ndao) 44. Gonggi (Sumtim)
17. Pulau Mules (Manggarai) 31. Ndao (Rote Ndao) 45. Pelra Waingapu (Sumtim)
18. Robek (Mabar) 32. Oelaba (Rote Ndao) 46.P. Salura (Sumtim)
19. Bari (Mabar) 33. Papela (Rote Ndao) 47. Boking (TTS)
20. Rinca (Mabar) 34. Raijua (Sabu Raijua) 48. Kolbano (TTS)
21. Mborong (Matim) 35. Hepang (Sikka) 49. Wulandoni (Lembata)
22. Nanga Baras (Matim) 36. Paga (Sikka) 50. Biu (Sabu Raijua)
23. Waiwole (Matim) 37. Pulau Palue (Sikka)
24. Pota (Matim) 38. Pemana (Sikka)
25. Riung (Ngada) 39. Sukun (Sikka)
26. Aimere (Ngada) 40. Binanatu (Sumba Barat)
27. Mambawa (Ngada) 41. Rua (S.Barat Daya)
28. Waebela (Ngada) 42. Pero (S.Barat Daya)

Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Go to top