Dishub NTT Meresmikan Pengoperasian Pelabuhan Di NTT Featured

Kupang - Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Timur resmi mengoperasikan lima pelabuhan penyeberangan di daerah berbasis kepulauan itu, untuk melayani penumpang dan barang, seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan jasa pariwisata.

"Kelima pelabuhan itu, antara lain Waijarang di Kabupaten Lembata, Deri di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Menanga di Pulau Solor Kabupaten Flores Timur, Hansisi di Pulau Semau, Kabupaten Kupang dan Ndao di Kabupaten Rote Ndao," kata Kabid Lalu Lintas dan Penyeberangan Dinas Perhubungan NTT Marsel Tupen Masan di Kupang, Kamis.
Pengoperasian itu ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima operasional penyeberangan tersebut di Kupang oleh dua bupati, yakni Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur dan Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin. Bupati lain akan segera menandatangani berita acara tersebut.

Dia menjelaskan semua pelabuhan penyeberangan itu sudah selesai dibangun, bahkan beberapa sudah beroperasi lama, namun berita acara baru ditandatangani. Pelabuhan penyeberangan yang sudah beroperasi selama ini adalah Waijarang di Lembata.

Dia mengatakan Kementerian Perhubungan menaruh perhatian terhadap pembangunan di sektor perhubungan dengan membangun sejumlah dermaga untuk pelayaran umum dan dermaga atau pelabuhan penyeberangan.
Buktinya, katanya, sudah beberapa kapal penyeberangan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk pelayanan kepada masyarakat di daerah itu.

Kapal-kapal bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI adalah KMP Pulau Sabu, KMP Ile Boleng, KMP Sirung, dan akan datang lagi KMP Ile Labalekan yang sudah selesai dikerjakan.

"Kapal Motor Penyeberangan Ile Labalekan dengan kapasitas 750 GT itu akan tiba di Kupang sekitar bulan Mei atau Juni mendatang," katanya. "Bukti lainnya, tahun ini akan dibangun dermaga penyeberangan baru, yakni di Wairiang, Kabupaten Lembata, dermaga penyeberangan di Seba, Kabupaten Sabu Raijua, dermaga penyeberangan di Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, dan dermaga penyeberangan di pelabuhan Raijua, Pulau Rajua, Kabupaten Sabu Raijua," katanya.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membangun 73 dermaga pelabuhan laut di daerah berbasis kepulauan itu yang telah masuk dalam sarana induk nasional 2015 untuk mendukung kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan tol laut.

Banyaknya dermaga yang dibangun di NTT, karena NTT merupakan provinsi kepulauan, sedangkan dermaga terbanyak di Kabupaten Flores Timur.
Pembangunan dermaga akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, dibangun 38 dermaga.

Pada tahun 2015, katanya, pemerintah akan membangun 13 dermaga. Ditargetkan lima tahun ke depan 73 dermaga sudah rampung dibangun di seluruh NTT sehingga membuka isolasi wilayah itu. "Pembangunannya bisa 5-10 tahun ke depan," katanya.

Sumber : selasar.com 26 Maret 2015

Last modified on Wednesday, 13 January 2016 01:06

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Go to top